Minggu, 07 April 2013

jika nanti

Jika nanti,
Ramutku mulai menipis, rontok, rapuh dan kemudian jatuh. Bahkan tidak berambut lagi untuk bbeberapa waktu kedepan, lantas jika sudah seperti ini, Masihkah kau mempunyai rasa yang sama untukku seperti sebelum rambutku mulai menipis?

Jika nanti,
Kulitku keriput, mengerut seperti membuat badanku semakin menyusut dan tidak sedap dipandang mata lagi untuk beberapa waktu kedepan. Lantas, jika sudah seperti ini, Masihkah kau mempunyai rasa yang sama untukku seperti sebelum kulitku mulai keriput?

Jika nanti,
Tawaku mulai usang, meranggas dan tidak sceria lagi. Semua tergerus oleh nestapa yang kiaann hadir menemani disetiap waktu yang kian berlalu. Lantas, jika sudah seperti ini, Masihkah kau memberikan rasa yang sama untukku tanpa iba, tanpa kasihan seperti sebelum tawaku tergerus waktu.

Jika nanti,
Mataku mulai menua, menjadi tua karena bertambahnya usiaa. Mataku tidak dapat melihat wajahmu dengann sempurna seprti dahulu kala. Lantas, jka sudah seperti itu, masihkah kau mempunyai rasa yang sama seperti mata kita bertatapan dan saling bicara.

Jika nanti,
Tanganku menjadi tidak peka dan tidak dapat menggengam tanganmu dengan erat sepertisaat kita berjalan bersampingan beberapa tahun yang lalu. Jika sudah seperti ini, Maukah kau menngenggam  tanganku tanpa ragu tanpa malu seperti pertama kali saat kita bergandengan?

Jika nanti,
 Ingatanku tak lagi sempurna, tidak dapat dengan mudahnya mengingat kejadian detail dalam hidupku. Lantas jika sudah seperti itu, Masih maukah kamu menemaniku, mengingatkanku, membantuku sa,pai ingatanku hilang seperti ruhku nanti?

Tak apa, tak perlu kau jawab atau memerikan janji untukku. Karena dengan perhatian yang kamu berikan sudah merupakan jawaban dari setiap pertanyaaan yang ada.
Nanti, jika kita menua bersama, ingatlah bahwa hari ini kita pernah ada pada waktu yang sama.

Aku, Kamu dan Kita......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar